awalnya dapat info dari imu kak wellay icen soal sate ini, jd penasaran.... jadilah kami sekeluarga berburu makanan, jarak jauh dari rumah ga jadi masalah.
hari pertama perburuan (hewan kale... hehehe), gatot alias gagal total udh muter-muter bolak balik tiban ga ketemu.... ugh! mang dimana seh???
hari kedua keliling lagi ketiban, gatot (again???)
hari ketiga, suntuk dirumah,,, jjs ama suami n anak awalnya mo maen ditimezone, batal. Klo akhir pekan pasti banyak orang-orang pulau seberang datang, emmm antisipasi flu kita batalin aja. iseng muter lagi ketiban,,, jreng-jreng ketemu juga tapi belom buka hahaha...
sabar bu ayo kita melakukan pengintaian, gaya suami hahaha satu jam lebih kita nunggu tu uda beres-beres dagangannya, langsung tempat kejadian perkara hahaha udanya senyum-senyum liat tampang kelaperan n mata berbinar kita...
udh mesen 3 porsi, mau nambah malu jadi deh dibawa pulang,,, satu porsi 10 ribu klo dibanding rasa ama harga seimbanglah,,,,,
bumbunya ok, dagingnya itu lho yang beda lembut banget udh direbus sebelumnya ama bumbu-bumbu rahasia mereka, jadi ga perlu repot-repot ngunyah gigi juga aman dr nyangkut
ga sia-sia perjuangan 3 hari ini, berhasil n happy buangetssss pengen??? buruannnnnn nyam nyam nyam
Matematika ! ! ! yaiks,,, momok PALING parah dari apa pun didunia ini, mana guru yang gualak belum lagi cuaca udah siang baru mo ngutak ngatik angka. Kayaknya waktu sekolah dulu mata pelajaran yang satu ini pasti selesai jam istirahat. Mana perut full tank alias kekenyangan jajan jadi ngantuk deh hehehe
But matematika always menunggu dengan segala persoalannya ugh!
Seingat qu, tiap hari kamis pasti ada mata pelajaran berhitung klo SD yaaa matematika, SMP ampe SMU klo ga matematika pasti temen-temennya nyusul hehehe... tiap hari kamis selalu menakutkan, hiks
Gimana ya??? kok o on juga....
Ada penelitian yang bilang mental aritmatika jadi gampang diterima klo kita makan, jumlah tertentu dalam jumlah besar (kayaknya udah deh, but tunggu dulu...)
Penelitian itu menyebutkan ada senyawa yang terdapat di dalam coklat disebut flavanols, sangat membantu dalam melakukan tugas perhitungan matematika. Zat itu juga bisa mengurangi perasaan lelah, serta kekeringan mental (mental bsa kering ya?, baru tau hehehe). Ini menurut penelitian Psychological Society di Inggris
Nah, Prof Kennedy dari Northumbria University... coklat sangat membantu tugas yang berhubungan dengan mental, penemuan ini menunjukkan klo pelajar yg makan coklat lebih banyak saat menghadapi ujian bisa mendapat nilai yang tinggi.
Flavanols sendiri merupakan bagian senyawa kimia yang disebut polyhenols dan bekerja meningkatkan aliran darah ke otak.
Penelitian ini dilakukan pada 30 sukarelawan yang harus mengerjakan tugas menghitung mundur 3 angka antara 800 hingga 999 yang dihasilkan oleh komputer.
Penemuan itu menunjukkan relawan bisa menghitung lebih cepat dan lebih tepat setelah minum coklat.
Namun hasilnya berbeda saat mengerjakan tugas hitung mundur 7 angka karena lebih rumit dan membutuhkan bagian otak yang berbeda.
Dalam penelitian itu mereka mendapati rasa lelah melakukan perhitungan lebih kecil saat diberi minuman coklat, meskipun melakukan berulang kali selama berjam-jam.
Astaghfirullaahal’azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwalhayyulqayyuumu wa atuubu ilaih. Allaahumma annta rabbi laa ilaaha illaa annta, khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika minsyarri maa shana’tu abuu’u laka bini’matika ‘alyya wa abuu’u bidzambii, faghfirlii fa’innahu laa yaghfirudzdzunuuba illaa annta. Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanatawwafil’aakhirati hasanatawwaqinaa ‘adzaabannaar. Allahumma lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi, wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq. Allaahumma laka aslamtu wa bika aamanntu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta wa laa ilaaha ghairuka wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Rabbi adkhilnii mudkhala shidqiwwa akhrijnii mukharaja shidqiwwaaj’allii milladungka sulthaanannashiiraa. ARTINYA
Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada tuhan selain DIA sendiri. Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri sendiri-Nya, serta aku bertaubat kepada-Nya. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain-Mu. Engkaulah yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku pun dalam ketentuan-Mu dan dalam janji-Mu, sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari sejahat-jahat kelakuan. Aku mengakui kenikmatan yang kau limpahkan kepadaku dan aku mengakui pula akan dosa-dosa-ku. Maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat menerima taubat atas dosa-dosa-ku selain Engkau sendiri. Ya Tuhan kami, karuniakanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan selamatkanlah kami dari siksa neraka. Ya Allah, bagi-Mu puja dan puji. Engkau-lah penguasa langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dan bagi-Mu pula puja dan puji, pancaran cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu-lah puja dan puji itu, karena hanya Engkau-lah Yang Maha Besar, janji-Mu benar dan pertemuan dengan-Mu-pun benar pula. Firman-Mu benar dan surga-Mu-pun benar. Neraka benar dan para Nabi juga benar serta Nabi Muhammad saw juga benar dan hari kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri dan dengan-Mu aku percaya. Kepada-Mu aku bertawakkal dan kepada-Mu aku akan kembali serta dengan-Mu aku rindu dan kepada-Mu aku berhukum. Ampunillah dosa-dosaku apa yang telah aku lakukan sebelumnya maupun yang terdahulu atau yang kemudian, yang kusembunyikan dan yang kunyatakan dengan terang-terangan. Engkau-lah tuhan yang terdahulu dan yang kemudian. Tiada Tuhan selain Engkau, tak ada daya dan upaya melainkan dengan-Mu ya Allah Ya Tuhanku, Masukkanlah aku melalui tempat masuk yang benar/baik, dan keluarkanlah aku melalui tempat keluar yang benar. Dan jadikanlah bagiku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong.
Ini adalah kisah tentang itik buruk rupa yang tidak akan pernah menjadi angsa. Bukan. Bukan yang ada di cerita anak waktu itu. Karena itik yang ini manusia biasa. Sebagaimana bawang merah dan bawang putih yang bukan bumbu dapur tapi manusia. Itik juga manusia.
Itik dilahirkan sempurna. Setelah sembilan bulan lebih beberapa hari dikandung di rahim sang ibu.
Itik jadi pujaan keluarga besarnya karena ia cucu pertama.
Itik dilimpahi kasih dan hidup dalam baluran tawa bahagia.
Tapi beberapa tahun kemudian cucu selanjutnya lahirlah, dan itik tidak lagi jadi terlalu istimewa.
Itik belum mengerti pada saat itu.
Itik kecil senang berlari riang gembira kesana kemari. Tidak kenal perih.
Tidak kenal sakit hati. Itik kecil selalu merasa berlebih. Berdiri dengan bangga.
Mengambil perhatian teman teman seusianya, diinginkan kehadirannya dalam tiap ekspedisi mereka mulai dari mencari serangga hingga menciptakan rumah boneka.
Dia tidak memikirkan yang lain lainnya, hanya merasa bahagia.
Ayah ibunya mencintainya. Adiknya yang masih bayi jadi kebanggaannya. Dia bahagia.
Tapi bahkan kanak kanak tidak selamanya hatinya murni dan tidak bernoda. Memasuki masa remajanya itik melihat teman teman lelakinya satu persatu jadi berbeda, dan teman teman perempuannya mulai bermetamorfosa. Mereka jadi seperti angsa! Putih, cantik, anggun, berpesona.
Angsa angsa yang membuat lawan jenisnya memilih mereka.
Angsa angsa yang bisa terbang kesana kemari dengan bangga.
Itik masih juga itik. Itik yang buruk rupa. Teman teman lelakinya tidak pernah ada yang meliriknya. Saat para gadis gadis angsa lainnya terkikik kikik membicarakan soal cinta pertamanya, itik diam dan mulai terasing. Ayah ibunya pun mulai berbeda. Mereka mulai tidak saling bicara, dan tidak menegurnya. Mereka sibuk berpisah sendiri sendiri.
Itik tidak tahu dia ada dimana.
Apakah ada di tengah.
Apakah bahkan tidak ada dalam lingkaran lingkaran yang pesat berputar di sekelilingnya.
Memasuki masa remaja akhir itik buruk rupa semakin merasa ada yang salah. Di tengah orang orang yang katanya sahabatnya itik merasa sangat berbeda. Mereka dan dia tidak sama! Mereka tidak akan pernah mengerti dirinya. Mereka yang angsa dan selalu dipilih para lelaki. Mereka yang tidak pernah sendiri. Mereka yang lahir dari dua angsa jantan dan betina yang tidak akan pernah terpisahkan dan berlawanan. Mereka! Itik buruk rupa jadi murka. Kehidupan tidak pernah berpihak padanya! Itik memulai memusuhi sahabatnya dalam diamnya. Itik mulai sering memperlihatkan temperamen buruknya dan mengamuk ngamuk bagaikan itik buruk rupa yang menggeliat berkecipak!
Hal yang tidak akan pernah dilakukan para angsa!
Itik benci melihat kaca.
Itik benci melihat pantulan dirinya yang selalu saja buruk rupa! Itik memang berbeda.
Dia tau itu dan tidak bisa merubahnya. Itik merasa tidak diterima.
Satu hari kehidupan mulai memberi celah buat itik. Ada seseorang yang katanya datang buatnya. Itik bahagia. Sesaat itik merasa bahwa mungkin sekarang dia sudah jadi angsa, karena akhirnya orang itu memilihnya. Tapi ternyata orang itu pergi lagi. Dan bukan hanya sekali. Berkalikali. Itik muak. Itik buruk rupa ingin berhenti dan menyepi dalam keitikan dan keburukrupaan. itik mencela sahabatnya yang pernah berkata dulu kala padanya bahwa suatu hari akan tiba waktunya ada seseorang yang tidak akan melihatnya sebagai itik yang merasa buruk rupa, tapi sebagai diri manusia apa adanya. Itik kecewa. Yang dinantinya takkan tiba.
Itik buruk rupa coba lanjutkan kehidupannya. Sebagai itik. Itik yang ada di luar lingkaran. Itik buruk rupa yang tidak akan pernah jadi angsa. Itik buruk rupa yang berbeda.
Itik yang tidak mau peduli pada dunia. Itik yang memilih jalannya sendiri.
Tapi hari itu itik bertemu.
Dengan dia, yang bukan itik, bukan angsa, tetap manusia biasa, tapi dia juga berbeda.
Sama sama tidak merasa bagian dari lingkaran mana juga.
Sama sama tidak akan pernah jadi mereka. Sama. Sama seperti si itik buruk rupa.
Itik merasa memahami, dan anehnya buat pertama kalinya, dipahami.
Tapi dia tidak menolak dunia, dia jadi bagiannya, dalam bedanya.
Dia tidak merasa murka, dia cuma tetap menjadi dirinya. Dia yang beda.
Untuk pertama kalinya itik sadar. Selamanya itik tidak akan pernah jadi angsa. Selamanya dia akan jadi itik. Mungkin selamanya itik tidak akan pernah bisa jadi sesuai apa yang sebenarnya diharapkan mereka darinya. Dia cuma itik. Tapi dia tidak sedemikiannya buruk rupa. Dia cuma berbeda. Dan tidak ada yang dosa dengan jadi berbeda. Tidak ada salahnya. Dia hanya perlu lebih mencintai dirinya yang berbeda, dan kemudian dia akan jadi sama dengan angsa angsa yang dikaguminya, berharga.
Itik dan dia yang juga berbeda berjalan bersama dalam beda. Dua yang sama sekali bukan angsa dan tidak akan pernah jadi angsa. Itik tidak terlalu peduli arahnya kemana. Tapi itik tahu bahwa jalannya sudah benar. Itik sudah bisa menerima dirinya.
Itik yang sama sekali tidak buruk rupa itu bahagia.
(Ada banyak kisah itik buruk rupa yang tak akan pernah menjadi angsa yang anggun disekitar kita,,, atau pun mungkin itu diri kita sendiri ???)